Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:18:09 WIB
Teknik Ototronik adalah Kompetensi Keahlian Terkini Mengapa Eksistensinya Terkesan Seperti Mati Suri
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 3675 kali

Oleh : Anang Prasetya, S.Pd
Guru SMK Negeri 2 Pasuruan

             SMK Teknologi dan Rekayasa selalu berusaha untuk menghasilkan tamatan yang relevan dengan perkembangan jaman. Demikian halnya dengan kompetensi keahlian Teknik Ototronik. Perkembangan teknologi Otomotif selalu berkembang dan perkembangannya tidak dapat dihitung dalam hitungan tahun. Inovasi di bidang otomotif akhirnya melahirkan produk engine yang menggunakan sistem control elektronik. Maka kehadiran kompetensi keahlian Teknik Ototronik harusnya mendapat sambutan dan apresiasi yang cukup baik dari Pemerintah, kalangan dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Lalu apa yang terjadi setelah beberapa sekolah memberanikan diri untuk membuka kompetensi keahlian Teknik Ototronik?
             Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini perkembangan Teknik ototronik tak terlalu menggembirakan. Bahkan beberapa sekolah di Jawa Timur berani menutup kompetensi keahlian Teknik Ototronik yang sebenarnya sudah eksis hampir 10 tahun dengan beberapa alasan yang sebenarnya bisa disiasati. Ironis memang, namun apa mau dikata. Haruskah kita  menyerah dan mendaftarkan diri sebagai orang-orang yang tidak menghargai penggagas ilmu yang sangat mulia ini. Sebenarnya Ilmu Teknik Ototronik bukan salah telah dilahirkan, namun kesannya justru seperti anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Sungguh sangat disayangkan.
  Apa sebenarnya yang telah terjadi dengan Teknik Ototronik ?
               Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik sangat relevan dengan perkembangan dunia otomotif. Pernahkah anda menghitung berapa jumlah kendaraan yang lewat di sebuah jalan raya baik di kota kecil maupun kota besar.Merk-merk kendaraan terkini semakin mendominasi ramainya lalu lintas. Kendaraan yang masih menggunakan sistem konvensional hanya dalam hitungan jari. Logikannya adalah hampir 80 % kendaraan telah menggunakan sistem control elektonik. Mengapa ? Situasi pencemaran udara akibat polusi kendaraan sudah melebihi ambang batas udara yang sehat dan masih bisa mengancam kehidupan manusia. Mobil yang mennggunakan sistem kontrol elektronik sudah mengurangi perawatan beberapa komponen seperti karburator, penyetelan katup dan penyetelan platina. Hal ini tentu bisa dianggap hemat dan efisien terhadap waktu. Bila kendaraan sudah meninggalkan teknologi konvensional maka apakah sekali lagi apakah kehadiran ototronik dengan menyediakan ahli di bidangnya adalah sebuah kesalahan ?
               Kesulitan adalah sebuah tantangan.Beberapa kendala yang mungkin dihadapi oleh sekolah yang masih berusaha eksis adalah:
1.    Sarana dan prasarana
Memenuhi tuntutan ilmu yang sangat modern memang membutuhkan beaya yang mahal. Bengkel yang representatif dengan segala fasilitasnya adalah sebuah keharusan. Lubang pembuangan / gas buang udara yang baik, ventilasi yang cukup, peralatan pendukung praktik yang sesuai dengan SOP adalah sangat penting untuk menghasilkan produk kerja yang baik dan ramah lingkungan. Hal ini akan lebih sempurna jika seluruh kegiatan di bengkel telah melaksanakan K3 dengan perlengkapan APD ( Alat Pelindung Diri ) yang aman. Untuk itu semua tentu butuh beaya yang mahal.
2.    Beaya praktik yang mahal ( Alat dan Bahan praktik )
Alat dan bahan praktikum praktik Teknik Ototronik membutuhkan kucuran dan yang harus lebih besar, Semua komponen engine terkait selalu menggunakan sensor yang notabene merupakan komponen elektronika. Komponen elektronika adalah komponen dengan harga yang mahal. Jika sebuah komponen ( sensor ) mengalami kerusa.kan maka minimal butuh dana mendekati Rp. 500.000,00. Apalagi menyangut Modul dari sebuah rakitan otomatis seperti Modul rangkaian Sistem Power Window, Central lock dan Alarm. Belum lagi untuk mata Diklat Elektronika Dasar, Pemrograman dan sistem Contoler. Minimal setiap siswa harus memiliki Lap Top atau peralatan IT lainnya. Saat melaksanakan Tune-Up engine EFI memerlukan biaya yang tak kalah mahal. Komponen-komponen seperti injector, coil, dan peralatan scaner ( Scan tool ) harganya ada di kisaran 20 jutaan. Belum lagi Osciloscop juga tak kalah mahal. Siswa atau peserta didik adalah bukan seorang teknisi handal melainkan calon=calon teknisi yang tentunya masih melangsungkan proses pelatihan dan belum dapat dikatakan seorang teknisi. Resiko dari sebuah pelatihan dan tenaga yang belum kompeten di bidangnya adalah kerusakan alat dan bahan. Jika pengadaan alat dan bahan sudah bisa terpenuhi maka pertanyaannya adalah mampukah sekolah mengadakan/ menyiapakan sarana dan prasarana yang telah mengalami kerusakan. Peran guru/ instruktur dan asisten di bengkel belum mampu mengimbangi jumlah dan gerak sisw yang kadang-kadang dinamis namun kurang menyadari tentang tanggungjawab dan loyalitas terhadap tempat mereka belajar.
3.    Program pembelajaran yang mempelajari 2 disiplin Ilmu
Ototronik adalah pengembangan ilmu otomotif secara elektronik. Karena itu proses pembelajarannya mencakup dasar-dasar elektronika yang diaplikasikan pada ilmu otomotif  terutama hal-hal yang terkait dengan beberapa sistem pada mobil. Untuk itu sebenarnya input siswa yang masuk pada kompetensi keahlian  Teknik Ototronik harus mempunyai tingkat kemampuan yang tinggi baik dari sisi akademis maupun sisi skill atau ketrampilan. Kenyataannya Teknik Ototronik justru menjadi pilihan terakhir saat peserta didik memilih banyak kompetensi keahlian lainnya. Tingkat kesulitan yang lumayan tinggi saat peserta didik harus mampu mengoperasikan komputer atau Lap top secara mahir dalam pembelajaran pemrograman dan microprosesor. Di saat yang lain peserta didik juga harus mampu menguasai ilmu mekanik yaitu mampu melaksanakan Tune Engine dengan baik.Jika kolaborasi dua ilmu ini dipelajari oleh orang-orang yang pandai maka out put siswa yang lulus benar-benar menjadi teknisi handal yang sangat dibutuhkan. Namun untuk mencapai target idealis itu juga masih membutuhkan perjuangan yang berat karena tingkat kesulitan yang tinggi belum seimbang dengan SDM yang ada.
4.    Minimnya tenaga pengajar
Isu atau fakta yang membuktikan bahwa linierisasi antara Ijasah Terakhir ( minimal S-1 ) dengan mata diklat yang diajarkan dan sangat terkait dengan tunjangan sertifikasi pendidik justru semakin memperparah kestabilan eksistensi kompetensi keahlian Teknik Ototronik. Tak bisa dipungkiri ketidakjelasan Kebijakan Pemerintah yang kadang-kadang berkaitan dengan kelancaran dana tunjangan sertifikasi membuat para pendidik enggan eksis mengajar pada kompetensi keahlian Teknik  Ototronik. Kekhawatiran itu cukup beralasan karena banyak fakta yang membuktikan ketidaklinieran ijasah dan jam mengajar benar-benar telah membuat tunjangan itu tidak sampai ke tangan kita.Pada saat demikian terjadi benturan antara loyalitas dan kesejahteraan pribadi.
Di saat polemik yang berkepanjangan itu belum pernah terselesaikan maka semangat untuk mempertahankan kompetensi keahlian Teknik Ototronik adalah tanggungjawab kita bersama. Karena itu permasalahan ini harus dibicarakan bersama dalam satu meja untuk memberikan keputusan terbaik yang akhirnya mendidik kita untuk menghargai para ilmuwan-ilmuwan yang dengan penuh perjuangan telah melahirkan ilmu baru yang justru akan memberi kemudahan pada kegiatan hidup sehari-hari.
                Terlepas dari semua polemik yang terjadi mulai dari kebijakan Pemerintah serta hambatan-hambatan dari pelaksanaan Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik, nyatanya lulusan dari Ototronik masih bisa bersaing dengan Kompetensi keahlian yang lain. Hal ini terbukti dengan banyaknya lulusan Ototronik yang terjaring atau lolos dalam perekrutan karyawan di banyak perusahaan baik perusahaan besar atau perusahaan yang masih berkembang. Hal ini bisa dikarenakan perusahaan belum memahami atau memang tidak mempermasalahkan jurusan tetapi hanya melihat dari kedisiplinan dan kemampuan akademis terutama Matematika dan Bahasa Inggris. Maka dari sisi itulah harapan akan kepastian anak-anak yang ingin menekuni ilmu Ototronik masih terbuka untuk mengikuti atau bersaing dengan kompetensi lain untuk proses perekrutan karyawan. Melanjutkan studi di beberapa perguruan tinggi di sekitar Surabaya dan Malang adalah pilihan kedua yang masih bisa ditempuh oleh alumnus jurusan / Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik. Banyak sekali Universitas atau Poltek yang membuka jurusan  Ototronik. Ini adalah kabar baik sekaligus merupakan tanda-tanda bahwa Ototronik masih bisa tetap eksis dan mungkin akan berkembang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
                Tugas kita sebagai pengelola Kompetensi Keahlian Teknik Ototronik adalah selalu berusaha mencari jalan tengah dan solusi yang dapat memberi harapan pasti pada siswa dengan melakukan langkah-langkah inovatif yaitu pengadaaan sarana yang menggunakan teknik ototronik dalam bentuk yang sederhana, misalnya membuat sebuah trainer yang dapat mencakup ilmu ototronik secara mendasar, sehingga ilmu ini dapat diterapkan walaupun dalam bentuk yang sederhana. Langkah berikutnya adalah membimbing siswa untuk bisa mempersiapkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya yaitu manusia Indonesia yang berkarakter sopan, tanggung jawab, disiplin dan berbudi pekerti yang baik dan berjiwa spiritual yang baik. Penyelesaian masalah keterlambatan siswa, meminimalisir terjadinya perkelahian pelajar, dan aksi-aksi buruk yang biasanya dilakukan oleh anak SMK adalah langkah preventif yang dilakukan agar nilai jual siswa di mata masyarakat menjadi naik. Disamping itu peningkatan prestasi belajar di bidang akademik juga bisa diandalkan agar mereka tidak hanya unggul dalam skill tetapi juga unggul dalam cara berfikir yang modern sehingga kesan anak-anak SMK yang kurang baik dapat secara perlahan hilang dan malah berubah menjadi unggul di mata masyarakat.


6 Komentar :

Guy
01 Mei 2017 - 11:43:26 WIB

Hi my friend! I wish to say that this article is amazing,
great written and include approximately all significant infos.
I would like to see extra posts like this.
http://katecalvin.weebly.com
19 Mei 2017 - 06:42:57 WIB

This is the perfect website for anybody who hopes to find out
about this topic. You know a whole lot its almost hard to
argue with you (not that I actually will need to?HaHa).
You definitely put a new spin on a topic which has been discussed for many years.
Wonderful stuff, just great!
http://gainfulblossom107.snack.ws/how-to-fix-hammer-toes-without-surgery.html
21 Mei 2017 - 10:23:08 WIB

Very soon this website will be famous among all blogging viewers, due to it's good articles or
reviews
aletheabradick.wordpress.com
22 Mei 2017 - 16:13:09 WIB

Piece of writing writing is also a fun, if you be familiar with afterward you can write otherwise it is difficult to
write.
http://rennalenoch.wordpress.com/2015/01/05/symptoms-of-verrucae
25 Mei 2017 - 10:04:50 WIB

Great site you have got here.. It's difficult to find quality writing like yours nowadays.
I seriously appreciate individuals like you! Take care!!
celestepain.soup.io
28 Mei 2017 - 13:08:17 WIB

It is the best time to make some plans for the
future and it's time to be happy. I have read this post
and if I could I wish to suggest you some interesting things or tips.
Perhaps you could write next articles referring to this article.
I want to read even more things about it!
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan kode diatas)