Rabu, 30 Januari 2013 - 09:31:40 WIB
Kemangi
Diposting oleh : Runa R.
Kategori: Kegiatan Adiwiyata - Dibaca: 2543 kali

Hmm... tanaman beraroma khas salah satu lalapan favorit saya yang bisa di peroleh baik di swalayan maupun di pasar tradisional dengan harga yang relatif murah.

Sangat sedap bila di makan bareng ketimun (trancam) sebagai penyegar makan ayam bakar, lele goreng atau cuma tempe plus sambal terasi.

Selain itu kemangi juga sangat sedap bila di makan bareng dengan pecel dan urap-urap.

Hmmm….sangat sedap.. J

 

Saya sangat suka kemangi, karena turunan mungkin.

Bapak adalah penggemar daun kemangi sejati. Saya sangat ingat dulu, halaman depan dan samping rumah saya selalu di tanami kemangi oleh beliau.

Dan setiap kali ibu bikin mendol ( lauk dari campuran ketela pohon dan kelapa muda yang di beri bumbu ) selalu bapak mencari kemangi di halaman untuk kemudian di masukkan ke dalam mendol dan di goreng.

Begitu lah bapak saya, sangat suka kemangi.

 

Kemangi adalah pohon perdu bersemak dengan tinggi kurang dari satu meter.

Bukan merupakan tanaman hias tapi lebih ke Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Di desa saya masih banyak rumah yang memiliki tanaman tersebut. Jadi bila mendesak membutuhkannya, bisa di dapat tanpa harus beli. Cukup minta saja ke tetangga dan akan mendapatkannya secara gratis.

Selain daunnya, biji nya pun bisa di manfaatkan.

Kenal selasih ? ya…biji selasih yang di gunakan sebagai salah satu campuran dalam es buah adalah biji yang di hasilkan oleh pohon kemangi. Walaupun sebenarnya ada sendiri pohon selasih, masih satu kerabat dengan pohon kemangi.

Saya ingat dulu, saking gemesnya melihat pohon kemangi setinggi 50 mm di halaman rumah nenek biji-bijinya sudah mengering,  saya potong semua bijinya dan kemudian saya bawa pulang.

Sampai rumah saya protoli biji-biji kecil di sepanjang batang kemudian saya bilas dengan tangan dengan harapan biji selasihnya bisa keluar dari kulit pelindungnya.

Tapi konyol, karena kulit pelindungnya tidak bisa hilang walau sudah di tiup, saking sebelnya saya beri air dengan harapan kulit pelindung yang sudah mrotol bisa mengambang dan tinggal bijinya saja yang terendam.

Tentu saja tidak akan sesuai harapan, karena ketika biji selasih terendam air, maka selaput putih akan secara otomatis terbentuk di sekeliling biji. Dan tentu saja usaha saya sia-sia karena kulit yang saya harap sebelumnya bisa mengambang tertahan oleh selaput tsb.

Sebuah harapan tanpa pemikiran matang,,betul-betul konyol,,heheh…

 

Kemangi termasuk TOGA karena daun kemangi memiliki kasiat juga.

Kemangi beraroma khas, karena mengandung minyak astiri yang tergolong tinggi (aroma kemangi segera hilang setelah 24 jam dioleskan ke tubuh).

 

Beberapa minggu terakhir cuaca sangat panas di Pasuruan, baik siang maupun malam,  sehingga keringat tanpa henti bercucuran menyebabkan bau badan saya tidak enak.

Membaunya sendiri membuat saya kliyengan,hehe….

Kemudian saya ingat ibu saya.

Ketika saya bermasalah dengan bau badan dan keputihan, ibu selalu ngoprak-ngoprak untuk membuat remasan daun kemangi, asam jawa dan gula jawa untuk di minum.

Karena menurut orang-orang tua daun kemangi berkhasiat utuk menghilangkan bau badan.

 

Tapi jangan salah, ada juga orang yang sangat anti makan kemangi. Anti karena merasa takut.

Teman satu kosan dulu ada yang anti terhadap kemangi. Setiap beli lalapan lele, telur atau tempe selalu dia pesan tanpa kemangi.

Alasannya karena ada orang yang makan kemangi kemudian mengidap talasemia (atau lupus ya..?! saya lupa ).

Sebenarnya bukan kemangi penyebabnya, tetapi kotoran (debu) yang menempel pada kemangi penyebabnya. Akibat kurang bersih mencucinya.

Jadi jangan pernah takut makan kemangi, karena multi kasiat (bisa di googling di internet).

 

Kemarin pagi saya pergi ke pasar, dan kebetulan suami saya ingin makan nasi pecel, kemudian saya beli sayuran dan tentu saja tidak lupa kemangi juga. Itung-itung selain sebagai lalapan, semoga juga bisa menghilang bau badan saya. []Runa, 30-01-2013


0 Komentar :